Monday, November 29, 2010

MANFAAT SINGKONG

Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela
pohon atau ubi kayu, dalam bahasa Inggris
bernama cassava, adalah pohon tahunan tropika
dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae.
Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok
penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai
sayuran.
Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang
dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan
panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis
singkong yang ditanam. Daging umbinya
berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi
singkong tidak tahan simpan meskipun
ditempatkan di lemari pendingin. Gejala
kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru
gelap akibat terbentuknya asam sianida yang
bersifat racun bagi manusia.
Umbi singkong merupakan sumber energi yang
kaya karbohidrat namun sangat miskin protein.
Sumber protein yang bagus justru terdapat pada
daun singkong karena mengandung asam
amino metionin.
Johan_agfi pernah menuliskan dalam
(www.mail-archive.com/kolom@
yahoogroups.com/msg01856.html) bahwa
daun singkong dalam bentuk makanan
sederhana seperti bhotok
daun singkong, opor daun singkong atau
bahkan lalapan daun singkong
memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan.
Semua itu karena nilai
nutrisi yang dikandungnya sangat banyak.
Mengapa?
1. Memiliki kadar protein cukup tinggi, sumber
energi yang setara dengan karbohidrat, 4 kalori
setiap gram protein.
2. Zat aktif yang dikandungnya dapat
digunakan untuk bahan obat-obatan, sayang
saya belum tahu nama zat aktif yang
dikandungnya.
3. Sumber Vitamin A, setiap 100 gram,
mempunyai kandungan vitamin A mencapai
3.300 RE, kesehatan mata anda akan lebih baik.
4. Kandungan serat yang tinggi, dapat
membantu buang air besar menjadi lebih teratur
dan lancar dan mencegah kanker usus dan
penyakit jantung.
5. Kandungan vit c per 100 gram daun
singkong mencapai 275 mg, anda bisa terbebas
dari sariawan dan kekebalan tubuh anda bisa
lebih terjaga dengan asupan vitamin C.
Sejarah dan pengaruh ekonomi
Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali
dikenal di Amerika Selatan kemudian
dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil
dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari
spesies yang telah dibudidayakan dapat
ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan.
Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak,
semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan.
Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai
184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar
produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan
33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan
Karibia.
Singkong ditanam secara komersial di wilayah
Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar
tahun 1810[1], setelah sebelumnya diperkenalkan
orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara
dari Brasil.
Proses pembuatan
Umbi akar singkong banyak mengandung
glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya
sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung
pada kandungan racun glukosida yang dapat
membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya
manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN
per kilogram umbi akar yang masih segar, dan
50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya
pahit. Pada jenis singkong yang manis, proses
pemasakan sangat diperlukan untuk
menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini
dapat pula dibuat tepung tapioka.
Penggunaan
Dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak
digunakan pada berbagai macam masakan.
Direbus untuk menggantikan kentang, dan
pelengkap masakan. Tepung singkong dapat
digunakan untuk mengganti tepung gandum,
baik untuk pengidap alergi.

No comments:

Post a Comment

Best Partners Links

Updated Stats




Free PageRank Checker
Locations of visitors to this page