Thursday, December 2, 2010

MEMILIH DAN MENYIMPAN BERAS MERAH

Tips Memilih dan Menyimpan
Beras Merah
BERAS biasanya dijual dalam
bentuk karungan, dibungkus
dengan kemasan dengan
mencantumkan harga, dan
eceran atau curah. Bila membeli
beras merah dalam bentuk
kemasan, periksa tanggal
kedaluarsanya, berhubung
dengan minyak-minyak alamiah
yang terkandung, beras merah
berpotensi menjadi tengik bila
disimpan terlalu lama di udara
terbuka.
Untuk menghindari zat-zat
pencemar yang malah
merugikan tubuh, usahakan
memilih beras merah yang
ditanam petani secara organik.
Beras dari padi yang dibudidaya
secara konvensional berpotensi
mengandung residu pestisida
atau pupuk kimia.
Bila membeli beras dalam
jumlah banyak, yakinkan wadah
yang berisi beras itu ditutup dan
toko tersebut memiliki
penggantian produk (turnover)
yang baik untuk meyakinkan
kesegaran produk yang
maksimal. Dimanapun membeli
beras dalam jumlah banyak
atau dalam kemasan paket,
yakinkan tidak terdapatnya uap
air.
Karena beras merah masih
mengandung lembaga yang
kaya minyak, ia sangat sensitif
menjadi tengik dibanding beras
putih, dan sebaiknya disimpan
dalam lemari pendingin.
Sebelumnya dibungkus dengan
wadah kedap udara, beras
merah akan tetap segar
disimpan dalam jangka waktu
sekitar enam bulan.
Sementara varietas beras putih
juga sebaiknya disimpan dalam
wadah kedap udara, juga bisa
disimpan di tempat sejuk dan
kering. Disimpan dengan benar,
beras putih akan tahan hingga
satu tahun.
Penyimpanan nasi atau beras
yang sudah ditanak merupakan
kontroversi. Beberapa organisasi
merekomendasi 4-7 hari
penyimpanan di dalam lemari
pendingin, namun beberapa
pakar tidak menyarankan
menyimpannya terlalu lama.
Sebaiknya satu kali menanak
nasi langsung dikonsumsi jangan
disisakan. Nasi yang disimpan
terlalu lama pada suhu tertentu
apalagi hadirnya uap air, spora
bakteri, atau jamur, berpotensi
mengandung toksin. ( DS/
berbagai sumber)***

No comments:

Post a Comment

Best Partners Links

Updated Stats




Free PageRank Checker
Locations of visitors to this page